Transcription

TUGAS AKHIRANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PADAPROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PENDIDIKANTERPADU POLITEKNIK NEGERI PadaProgram Studi Diploma IV KonsentrasiBangunanGedungJurusanTeknikSipilOleh :Syahreza HarunaNIM.11 012 014DosenPembimbingIr.Dirk John Ombuh, MTNIP. 195502081990111 001Deyke Mandang.STNIP. 197106222002122 001KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGIPOLITEKNIK NEGERI MANADOJURUSAN TEKNIK SIPIL2015

iABSTRAKPembangunan Gedung Pendidikan Terpadu Politeknik Negeri Manadomemerlukan suatu manajemen waktu yang disamping mempertajam prioritas jugaefisiensi dan efektifitas pengelolaan proyek, karena dengan manajemen waktu danpelaksanaan yang baik, maka resiko suatu proyek konstruksi akan menjadi kecil,manajemen waktu yang direncanakan pada perusahaan kontraktor Citra PrasastiKonsorindo dengan menggunakan diagram network pada keseluruhan stukturdimulai dari pondasi.Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, disamping kita mengetahui pihak –pihak yang berperan dalam pekerjaan konstruksi, diperlukan juga perencanaanAnggaran atau keuangan, Pengendalian waktu di lapangan bertujuan untuk menjagaagar waktu pelaksanaan sesuai dengan rencana waktu yang telah dipersiapkansebelum proyek dimulai, dengan pengendalian menggunakan kurva S dan NetworkDiagram akan mempermudah dan mempercepat visual antara target dan kemajuanaktual proyek.Pembangunan Gedung Pendidkan Terpadu Politeknik Negeri Manadomerupakan salah satu proyek pemerintah yang dikhususkan untuk menunjukankemajuan pendidikan dengan menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan,anggaran dana keseluruhan untuk proyek ini berasal dari pemerintah dalam halKementerian Pendidikan dan Kebudayaan, proyek gedung 7 lantai yang akanberdiri dilahan seluas 3600dalam kawasan kompleks kampus Politeknik NegeriManado.Hasil akhir yang diperoleh dari analisa penerapan manajemen waktu padaproyek pendidikan terpadu Politeknik Negeri Manado setelah direncanakanmenggunakan diagram network memerlukan waktu 302 atau 43 minggu/hari kerjauntuk pembangunan struktur keseluruhan gedung, sesuai dengan yang direncanakanproyek Gedung Pendidikan Terpadu Politeknik Negeri Manado sebaiknyadirencanakan dalam waktu 1 tahun.

iiKATA Nya, sehinggapenulisdapatmenyelesaikan TugasAkhir erjakeras, petunjukdan saran yang disampaikan,baikdalamhalpengumpulan data di penulisterimadariDosenPembimbing yang sifatnyamembangundanmenyempurnakanTugas Akhir asihkepada:Bapak,Ir.Jemmy Rangan, MT., selakuDirekturPoliteknikNegeri Manado,Bapak. Ir. DonnyTaju, MT., selakuKetuaJurusanTeknikSipil,Ibu. Ir. Jeanely Rangkang, M.Eng Sc,selaku Ketua Panitia Tugas Akhir,Bapak, Ir. Dirk Jonh Ombuh.MT, dan. Ibu astiKonsorindoselakukontraktorpelaksana,PT. Arkitek Team Empat selaku management konstruksidan pengawas proyek,Kedua orang tua, kakak, kakakipar, stijugadalampenyusunan purnaan Tugas Akhir ini.TerimaKasih.Manado,Juli 2015

iiiPenulis

iiiDAFTAR Abstrak .iKata Pengantar .iiDaftar Isi . .iiiDaftarGambar vDaftarTabel viDaftar Lampiran.viiBAB I PENDAHULUAN1.1 LatarBelakang . .11.2 MaksuddanTujuanPenulisan .21.3 PembatasanMasalah .21.4 MetodologiPenulisan .21.5 SistematikaPenulisan . 3BAB II DASAR TEORI2.1 Proyek Kontruksi Sipil.42.1.1 Makna dan Tujuan.42.1.2 Sumber Daya Manusia. 52.2 Pengertian Manejemen. .72.2.1 Fungsi Manajemen.82.2.2 Produktifitas Tenaga Kerja.82.2.3 Angaran Biaya Proyek.82.2.4 Pelaksanaan Proyek.102.2.5 Pengendalian Pelaksanaan Proyek. .112.2.6 Pengendalian Biaya.112.3 Pengendalian Biaya Bahan. .122.4 Pengendalian Biaya Upah.13

iv2.5 Pengendalian Biaya Subkontraktor.132.6 Pengendalian Biaya Alat.142.7 Pengendalian Waktu.142.8 Laporan Kemajuan Pekerjaan.152.9 Kurva Pengendalian(kurva-s).152.10Unsur Waktu(Diagram Network). .162.11 Syarat-syarat Pembuatan Network Diagram.17BAB III PEMBAHASAN3.1 Pendahuluan. . .203.1.1 Lokasi Proyek . . .203.2 Manajemen Waktu Proyek. . .223.3 Kebutuhan Waktu(NETWORK DIAGRAM)struktur Keseluruhan.2234 Penggambaran Diagram Network.393.5 Menghitung dan Menganalisis EET(Earliest Event Time).413.6 Menghitung dan Menganalisis LET(Lates Event Time).413.7 Penentuan Jalur Kritis. .42BAB IV PENUTUP4.1 Kesimpulan .434.2 Saran 43DAFTAR PUSTAKA.44LAMPIRAN.45

vDAFTAR GAMBARGambar 2.1 Klarifikasi Perkiraan Biaya Proyek.9Gambar 2.2 Simbol Antar Kejadian berbentuk bulat.17Gambar 2.3 Simbol Antar Kejadian berbentuk kotak.17Gambar 2.4 Simbol Antar Kejadian Durasi Pekerjaan.18Gambar 2.5 Contoh Activity On Arrow Pada Perusahaaan A.18Gambar 2.6 Aktivity On Arrow Pada Perusahaan B.19

viDAFTAR TABELTabel 2.1Data Kegiatan.18Tabel 3.1Koefisien Indeks Satuan pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4Mpa (K300) Untuk Pekerjaan Pondasi.Tabel 3.222Koefisien Indeks Satuan pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4Mpa (K300) Untuk Pile Cap.Tabel 3.323Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Besi Polos/besi ulir untukpile cap.23Tabel 3.4Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting .23Tabel 3.5Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Pondasi Batu Kali.24Tabel 3.6Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan pendestelan Kolom.24Tabel 3.7Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Besi polos/Besi ulir untukPedestelan Kolom.Tabel 3.8Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting untuk pekerjaanpedestelan kolom.Tabel 3.1026Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting Untuk Pekerjaan TieBeam.Tabel 3.1326Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Besi Polos/Besi ulir untuk TieBeam.Tabel 3.1225Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4 Mpa(K300)Untuk Tie Beam.Tabel 3.112527Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Beton Mutu f’c 24,4 Mpa(K300)untuk Lift.27

viiTabel 3.14Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Besi Polos/Besi UlirLift.Tabel 3.15untuk Pit28Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting Untuk Pekerjaan PitLift.Tabel 3.1628Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4Mpa(K300)untuk Kolom.Tabel 3.1729Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Besi Polos/Besi ulir untukkolom.Tabel 3.1829Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting untuk pekerjaanKolom.Tabel 3.19Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4 Mpa(K300) untuk balok.Tabel 3.202930Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Besi polos/Besiuntuk balok.Tabel 3.21Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting untuk pekerjaanBalok.Tabel 3.2232Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4 Mpa (K300)untuk Tangga.Tabel 3.2632Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting untuk pekerjaan PlatLantai.Tabel 3.2531Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting untuk pekerjaan PlatLantai.Tabel 3.2431Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4 Mpa (K300)Untuk plat Lantai.Tabel 3.2330Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Besi polos/Besi ulir untukTangga. 3333

viiiTabel 3.27Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting Untuk PekerjaanTangga.Tabel 3.28Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4 Mpa (K300)Untuk Shaft Lift.Tabel 3.293434Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Besi polos/Besi ulir untuk ShaftLift.Tabel 3.30Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Bekisting untuk pekerjaan ShaftLift.Tabel 3.3135Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Baja untukRangka Baja.Tabel 3.3235Pembuatan tabel kegiatan keseluruhan.3636

ixDAFTAR LAMPIRANTabel 2.1Data Kegiatan.19Tabel 3.1Daftar Harga Satuan Upah Bahan Alat.22Tabel 3.2Item Pekerjaan dan Volume.25Tabel 3.3Rencana Anggaran Biaya.47Tabel 3.4Uraian Pekerjaan Struktur.76

1BAB IPENDAHULUAN1.1Latar belakangSeiring dengan berkembang dunia industri, begitu juga dengan perkembangansarana pendidikan, terutama pembangunan gedung yang semakin pesat, maka tingkatkesulitan untuk mengelola dan menjalankan sebuah proyek pembangunan gedungsemakin tinggi. Semakin tinggi kesulitannya, berarti semakin panjang durasi waktuyang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut.Oleh karena itu disini sangat diperlukan suatu manajemen waktu ugamengusahakanpeningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan proyek agar dicapai hasil maksimaldari sumber daya yang tersedia. Semua itu untuk mencapai tujuan dari sebuah proyekpembangunan gedung yang memenuhi kriteria waktu (jadwal), selain juga biaya(anggaran) dan mutu (kualitas).Selain manajemen waktu, tentu juga harus diikuti dengan pelaksanaan proyekyang baik dan sesuai dengan perencanaannya. Dengan manajemen waktu danpelaksanaan yang baik, maka resiko sebuah proyek konstruksi bangunan gedungtersebuk akan mengalami keterlambatan menjadi kecil. Secara langsung hal tersebutakan mengurangi pembekakan anggaran proyek, serta pada akhirnya akanmemberikan keuntungan tersendiri bagi para kontraktor sebagai penaggung jawabpelaksanaan proyek.Saat ini banyak dijumpai proyek proyek bangunan gedung yang mempunyaiperforma yang kurang baik untuk penyelesaian tepat waktu, maka diperlukan suatuanalisa tentang pelaksanaan manajemen waktu proyek bangunan gedung padaperusahaan kontraktor, sehingga dapat diketahui kelemahan yang dilakukan selamaini, yang nantinya dapat menjadi masukan bagi kontraktor, untuk dapat lebih baiklagi dalam pelaksanaan manajemen waktu suatu proyek bangunan gedung.

21.2Maksud dan Tujuan PenulisanMaksud dan tujuan dari penulisan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahuibagaimana pelaksanaan manajemen waktu proyek pada konstruksi bangunangedung Pendidikan Terpadu Politeknik Negeri Manado pada perusahaan CitraPrasasti Konsorindo sebagai kontraktor pada proyek tersebut.1.3Pembatasan MasalahDari penelitian manajemen waktu yang direncanakan penulis membatasi padaperusahaan kontraktor Citra Prasasti Konsorindo dengan menggunakan diagramnetwork pada keseluruhan stuktur dimulai dari pondasi.1.4Metode PenelitianAda dua macam jenis penelitian yang dilakukan yaitu:1 Studi kepustakaanDalam studi ini dikumpulkan refrensi tentang hal hal yang berhubungandengan bagaimana proses dan pelaksanaan dari manajemen waktu proyekjonstruksi yang baik dari berbagai sumber, antara lain : literatur, baik bukuataupun jurnal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar teori yangmenunjang penelitian.2 Studi lapangan-Mengumpukan data lapangan, mengambil data-data diproyek yangdiperlukan dalam penulisan Tugas akhir-Mengamati jalannya proyek, dilakukan ketika proses PKL dilaksanakandengan mengikuti setiap pekerjaan yang dilakukan di proyek.-Wawancara, dilakukan bersamaan saat mengamati jalannya proyekkepada kontraktor,dan pekerja yang berada dilokasi proyek.

31.5Sistimatika PenulisanUntuk mempermudah dalam penulisan, maka penulisan Tugas Akhir inimenggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB IPENDAHULUANDalam bab ini penulis menguraikan Latar Belakang , etodePenelitian, sehingga permasalahan tersebut memiliki titik fokusdan tidak mengambang dari judul yang telah dibuat. BAB IIDASAR TEORIDalam bab ini penulis menguraikan tentang Landasan Teoriyang terkait dengan permasalahan yang berhubungan denganpelaksanaan manajemen waktu pada proyek. BAB IIIPEMBAHASANDalam bab ini memuat data-data lapangan, hasil perencanaandan gambar proyek. BAB IVPENUTUPBab ini berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan merupakanhasil dari pembahasan dan.Saran berisi hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk lebihmemperdalam proses pelaksaanaan manajemen waktu padaproyek.

4BAB IIDASAR TEORI2.1Proyek Konstruksi Sipil2.1.1.Makna dan Tujuan proyek KonstruksiMenurut buku Referensi untuk Kontraktor Bangunan Gedung dan Sipil proyekmempunyai arti sekumpulan aktivitas yang saling berhubungan dimana ada titik awaldan titik akhir serta hasil tertentu. Atau arti lain berdasar buku ajar ManajemenKonstruksi Teknik Sipil UNDIP menyebutkan bahwa proyek adalah suatu rangkaiankegiatan yang bersifat khusus untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dibatasioleh waktu dan sumber daya yang terbatas. Sifat khusus ini memiliki makna bahwaapabila hasil yang diinginkan telah tercapai maka rangkaian kegiatan juga dihentikansehingga dalam jangka pendek kegiatan itu tidak tidak akan dilakukan lagi.Sebagaicontoh pada proyek pembangunan gedung, maka proyek ini akan berakhir dengantersedianya gedung tersebut untuk kepentingan umum yang telah siap dipergunakan.Bisa dikatakan bahwa setiap proyek memiliki tujuan khusus, dimana didalamnyamemiliki batasan yang mendasar yaitu besar biaya ( anggaran ) yang dialokasikan,jadwal dan mutu yang harus dipenuhi.Hubungan atau keterkaitan antara bagian yang satu terhadap bagian yang lain,seperti :a.Anggaran proyek harus disesuaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaranb.Jadwal proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yangtelah ditentukan. Bila hasil akhir adalah produk baru, maka penyerahannya tidakboleh melewati batas waktu yang telah ditentukan.c. Mutu proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan.

52.1.2. Sumber Daya ManusiaSumber Daya Manusia dalam Proyek yang dimaksud menurut Soeharto, 1995ialah seluruh tenaga kerja yang dipergunakan sebagai masukan atau input pada suaturangkaian kegiatan proyek untuk memperoleh hasil proyek telah ditetapkan. Padaproyek konstruksi terdapat banyak pihak yang terlibat didalamnya, seperti pemilikproyek, kontraktor, konsultan, sub kontraktor dan sebagainya yang masing – masingpihak memberikan peran yang cukup penting sesuai perannya masing – masing dansaling mendukung antar bagian tersebut. Hal ini dimungkinkan terjadi dikarenakanhasil akhir pekerjaan suatu konstruksi bergantung pada kinerja tenaga kerja pada tiappekerjaan yang dikerjakannya dilapangan, walupun tanpa mengesampingkan adanyafaktor lain yang berpengaruh terhadap penyelesaian pekerjaan proyek konstruksiseperti peralatan yang digunakan, bahan pekerjaan konstruksi maupun yang lainnya.Beberapa contoh tenaga kerja yang terlibat secara langsung dilapangandalampekerjaan proyek konstruksi dan memiliki peranan yang cukup dominan seperti :1.Project ManagerMerupakan orang yang bertangung jawab penuh atas pelaksanaanproyek, ia mengawasi semua tenaga kerja yang terlibat dalam proyek, baikyang berada di lapangan serta yang bertugas di kantor.2.Site ManagerMerupakan staff ahli untuk mewakili pekerjaan kontraktor di lapangandan memiliki wewenang penuh untuk mengambil tindakan – tindakan yangberkaitan dengan pelaksanaan semua pembangunan serta bertanggung jawabatas segala hal yang terjadi pada pekerjaan proyek konstruksi.3.Site EngineerSite Engineer merupakan pembantu tugas manager proyek yang memilikitugas dalam perencanaan teknis dan material yang meliputi menyediakan seluruhshop drawing, membuat perhitungan konstruksi yang diperlukan, menentukanspesifikasi data teknis bahan dan volume pekerjaan. Selain itu, juga membuat

6metode pelaksanaan yang diperlukan oleh proyek dan waktu kerja yangdiperlukan4Administrasi atau KeuanganBagian ini merupakan bagian yang membantu project manager dalammenangani masalah administrasi atau keuangan. Tugasnya adalah mengaturadministrasi proyek, mengurus keuangan proyek, mengurus upah tenaga kerjadan mengatur surat – surat yang diperlukan.5.Logistik atau GudangMerupakan orang yang mengurusi pengadaan barang, peralatan danmaterial untuk pelaksanaan proyek.6.Kepala PelaksanaMerupakan tenaga kerja yang mengkoordinir berbagai pekerjaan dilapangan dan bertanggung jawab kepada site manager atas kemajuanpelaksanaan pekerjaan. Tugas kepala pelaksana diantaranya mengkoordinirpelaksana dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan sehari – hari serta menetapkanjenis dan bagian – bagian pekerjaan untuk setiap mandor.7.PelaksanaPelaksana merupakan orang yang membantu kepala pelaksana dalammengerjakan pekerjaan fisik secara keseluruhan. Tugas pelaksana adalahmenghitung volume pekerjaan, mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangandan bertanggung jawab kepada kepala pelaksana. Bagian inilah yang secaraintens berinteraksi dengan tenaga kerja di lapangan dan secara langsung pulamemberi instruksi atau komando pada tenaga kerja.8. MandorMandor ialah orang yang dapat mengatur pekerjaan tertentu sehingga iadapat mendatangkan sejumlah tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yangdiperlukan, seperti kelompok tukang kayu, besi dan sebagainya.

79. KepalaTukang Kepala Tukang merupakan tenaga terampil yang mempunyaidasar pengetahuan teknik sampai tingkat tertentu seperti membaca ataumemahami gambar konstruksi, menghitung kebutuhan bahan, dan sebagainya.10. TukangTukang merupakan orang yang mempunyai keahlian dan keterampilantertentu dalam pekerjaan yang disebabkan karena pengalaman dan kebiasaan,namun masih terbatas pada pekerjaan sederhana diantaranya adalah membuatbekisting, merakit tulangan, memplester dan lain – lain.11.Pekerja atau LadenPekerja adalah orang yang tidak mempunyai keahlian sama sekali, hanyamengandalkan kemampuan fisik. Jenis pekerjaan yang dilaksanakan diantaranyaadalah penggalian tanah, melayani dan mengangkut material.2.2 Pengertian ManajemenManajemen berasal dari kata “manage” yang artinya mengatur, mengurus ataumengelola.Manajemen dapat diartikan sebagai: Manajemen sebagai suatu proses Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitasmanajemen Menajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan(science)Menurut George Robert Terry:Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahuludengan menggunakan kegiatan orang lain yang terdiri dari tindakan-tindakanperencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating),dan pengendalian (controlling).

8Tujuan manajemen: Untuk mencapai keteraturan, kelancaran, dan kesinambungan usaha untukmencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk mencapai efisiensi, yaitu suatu perbandingan terbaik antara input danoutput.2.2.1 Fungsi ManajemenManajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahuludengan menggunakan kegiatan orang lain yang terdiri dari tindakan-tindakanperencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating),dan pengendalian (controlling).2.2.2 Produktifitas Tenaga KerjaMengingat bahwa pada umumnya proyek berlangsung dalam kondisi yangberbeda – beda, maka dalam merencanakan tenaga kerja hendaknya dilengkapidengan analisis produktifitas dan indikasi variabel yang mempengaruhinya. Variabelini misalnya disebabkan oleh lokasi geografi, iklim, keterampilan, pengalamanataupun oleh aturan – aturan yang berlaku. Variabel tersebut kebanyakan bersifatintangibles yang sulit untuk dinyatakan dalam nilai numerik, apalagi dihitung secaramatematis. Meskipun demikian, perlu adanya pegangan atau tolak ukur untukmemperhitungkan produktifitas tenaga kerja bagi proyek yang hendak ditanganiyaitu untuk mengukur hasil guna atau efisiensi kerja misalnyadenganmembandingkannya terhadap suatu patokan yang dipakai2.2.3 Anggaran Biaya ProyekPada pelaksanaan proyek konstruksi, disamping kita mengetahui pihak – pihakyang berperan dalam pekerjaan konstruksi, diperlukan juga perencanaan Anggaranatau keuangan. Masalah keuangan ini mencakup biaya dan pendapatan proyek sertapenerimaan dan pengeluaran kas, secara umum biaya proyek dapat dikelompokanmenjadi Biaya tetap ( modal tetap ) dan Biaya tidak tetap ( modal kerja ). Modaltetap merupakan bagian dari biaya proyek yang digunakan untuk menghasilkanproduk yang diinginkan, mulai dari studi kelayakan sampai konstruksi atau instalasitersebut berjalan penuh. Sedangkan modal kerja merupakan biaya yang digunakan

9untuk menutupi kebutuhan pada tahab awal operasi. Secara lebih jelas, total biayayang dikeluarkan pada suatu proyek dapat dilihat pada bagan dibawah iniTotal Biaya ProyekModal TetapModal Kerja Biaya LangsungBiaya Tak LangsungPekerjaan TanahPengadaan peralataanMemasang peralatanPipa dan instrumenListrikGedung perkantoranUtility dan off sitePembebasan tanah Desain engineeringManajemen danpenyeliaPeralatan konstruksiFasilitas sementaraOverhead dan pajakKontinensi laba ataufeeUtility dan off sitePembebasan tanah Upah tenaga kerjapada awal operasiSuku cadang ( 1tahun )Persediaan bahanmentah dan produkFasilitas sementaraPengeluaran lainlainPembebasan tanahGambar.2.1. Klasifikasi Perkiraan Biaya ProyekAnggaran menunjukkan perencanaan penggunaan dana untuk melaksanakanpekerjaan dalam kurun waktu tertentu. Dalam penyelenggaraan proyek, suatuanggaran yang disusun rapi yaitu anggaran yang dikaitkan dengan rencana jadwalpelaksanaan pekerjaan, akan merupakan patokan dasar atau pembanding dalamkegiatan pengendalian. Anggaran dapat menjadi tidak sesuai dengan kenyataan. Bilaperbedaan sudah terlalu besar maka penggunaan anggaran sebagai alat perencanaandan pengendalian menjadi tidak ampuh lagi. Oleh karenanya anggaran perludisesuaikan, bila hal ini memang diperlukan dari segi pengendalian dan perencanaan.Jadi penyesuaian disini adalah untuk membuat anggaran tetap terhadap situasi akhir.Dengan demikian sifat-sifat ketat dan realistik dari suatu anggaran tetap terjaga

102.2.4 Pelaksanaan ProyekTahap pelaksanaan di lapangan dimulai sejak ditetapkannya pemenang lelangdan diawali dengan menerbitkan Surat Perintah Kerja serta penyerahan lapangandengan segala keadaannya kepada kontraktor. Kontraktor mengawali kegiatannyadengan mengeluarkan surat pemberitahuan saat mulai bekerja yang sekaligusmemuat informasi mengenai organisasi dan petugas lapangannya. Kemudiandimulailah pekerjaan-pekerjaan persiapan, pengujian material, survei pengukurandan persiapan pula tata cara dan prosedur penanganan masalah-masalahadministratif.Selanjutnya perlu mengembangkan jadwal rencana kerja menjadijadwal yang lebih terinci. Pengembangan jadwal rencana kerja harus mampumengantisipasi kemungkinan munculnya permasalahan dan hambatan, termasukmemperhitungkan jalan keluarnya. Jadwal rencana detail berlaku sebagai kerangkainduk untuk dijabarkan lebih rinci lagi dalam bentuk jadwal pengadaan material,alat-alat dan tenaga kerja, jadwal penagihan, pembayaran prestasi dan penyusunanarus kas. Kemudian perlu ditetapkan pedoman praktis mekanisme dalam rangkamewujudkan sistem pengelolaan , koordinasi, pengendalian dan pemeriksaanpekerjaan kontraktor sampai sedetail mungkin. Selama proses konstruksi berjalandilakukan pengendalian dengan selalu mengikuti laporan dan evaluasi pekerjaan,termasuk jadwal rencana kerja yang dipersiapkan secara teratur dalam waktuperiodik harian, mingguan dan bulanan. Biasanya setiap laporan dilengkapi foto-fotokeadaan dan perkembangan lapangan yang disertai pula catatan- catatan pentingseperlunya. Penerapan pelaksanaan pekerjaan yang didasarkan pada rencana kerjadari waktu ke waktu harus selalu dimonitoring, termasuk mengevaluasi segalakendala dan hambatan yang dihadapi agar segera dapat diberikan carapenyelesaiannya. Untuk itu perlu diadakan rapat-rapat koordinasi secara periodik.Setiap proses pelaksanaan konstruksi memerlukan program pengendalian mutu hasilpekerjaan berdasarkan pada sistem pengendalian yang menyeluruh. Pelaksanaantugas kegiatan pengendalian mutu pada hakikatnya adalah pemantauan langkah demilangkah terhadap proses pelaksanaan pekerjaan. Jadi bukan hanya memberikanpenilaian terhadap hasil akhir suatu proyek. Proses pemantauan ini mencakuppenilaian terhadap metode kerja, ketrampilan kerja, pengadaan material, pengadaanperalatan, pengadaan tenaga kerja, termasuk keselamatan dan keamanan kerja.

112.2.5 Pengendalian Pelaksanaan asarnyaadalahpemeriksaan, yaitu memeriksa apakah hasil kerja atau pelaksanaan telahdirealisasikan sesuai dengan perencanaan. Apabila hasil pemeriksaan yangdilaksanakan tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan, maka harus segeradibuat langkah – langkah tindak lanjut (counter- measure) agar pelaksanaan dapatsesuai dengan yang sudah direncanakan. Pemeriksaan dilakukan secara terusmenerus secara rutin sesuai chek point dan control point. Control point bisadikatakan sebagai hold point yaitu titik dimana pelaksanaan pekerjaan lanjutan tidakboleh dimulai sebelum pekerjaan sebelumnya selesai dikerjakan. Dalam hal ini,Soeharto, 1995, memberikan definisi bahwa pengendalian adalah usaha yangsistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan,merancang sistem informasi, membandingkan standar dengan pelaksanaan,kemudian mengadakan tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber dayadigunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran. Untuk proyekkonstruksi, ada tiga unsur yang selalu dikendalikan dan diukur yaitu kemajuandibandingkan dengan kesepakatan kontrak, pemb

Program Studi Diploma IV KonsentrasiBangunanGedung JurusanTeknikSipil Oleh : Syahreza Haruna NIM.11 012 014 DosenPembimbing . Tabel 3.19 Koefisien Indeks Satuan Pekerjaan Beton Mutu f’c 26,4 Mpa (K 300) unt uk balok. 30 Tabel 3