Transcription

View metadata, citation and similar papers at core.ac.ukbrought to you byCOREprovided by UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu.Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta327Manajemen Boarding School dan Relevansinya dengan TujuanPendidikan Islam di Muhammadiyah Boarding School (MBS)YogyakartaAndri Septilinda Susiyani, SubiyantoroFakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijagae-Mail: [email protected] research aims to know the implementation of the management of boardingschool in "Modern MBS Yogyakarta and relevance to the goals of Islamic education.The research method used is the research field (field research) with the kind ofqualitative research. The technique of data collection by observation, interview anddocumentation in-depth while testing the validity of data using triangularengineering resources. The results of this study indicate that by looking at theconcept of management of Islamic education, boarding school management in MBSYogyakarta has significant relevance to the purposes of Islamic educationconceptually as well as Islamic education values on the fulfillment aspects ofcompetence of learners from the national education goals.Keywords: Management Of Islamic Education, Boarding School, The Goals OfIslamic EducationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen boardingschool di Ponpes Modern MBS Yogyakarta dan relevansinya dengan tujuanpendidikan Islam. Metode penelitian yang dipergunakan ialah penelitianlapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulandata dengan observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam sedangkanpengujian keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa dengan melihat konsep manajemenpendidikan Islam, manajemen boarding school di MBS Yogyakarta memilikirelevansi yang signifikan dengan tujuan pendidikan Islam secara konseptualmaupun nilai-nilai pendidikan Islam pada pemenuhan aspek kompetensi pesertadidik yang dikembangkan dari tujuan pendidikan Nasional.Kata Kunci: Manajemen Pendidikan Islam, Boarding School, Tujuan PendidikanIslamJurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

328Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) YogyakartaPendahuluanSebagaimana diketahui, globalisasi meniscayakan terjadinya perubahan disegala aspek kehidupan, termasuk perubahan orientasi, persepsi dan tingkatselektifitas masyarakat Indonesia terhadap pendidikan. Padahal pendidikan,mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan.Termasuk pendidikan Islam yang di dalamnya merupakan warisan peradabanIslam, sekaligus asset bagi pembangunan pendidikan nasional, seringkaliberhadapan dengan berbagai problematika yang tidak ringan. Sehingga, mutupendidikan Islam sendiri juga seringkali menunjukkan keadaan yang kurangmenggembirakan.Eksistensi lembaga pendidikan Islam di Indonesia sendiri telah mengalamiberbagai perkembangan mulai sejak zaman berdirinya pesantren, madrasah,sekolah umum Islam, perguruan tinggi Islam, majelis-majelis taklim maupunlembaga-lembaga pelayanan umat hingga saat ini. Sebagai negara denganmayoritas penduduk muslim keberadaan lembaga pendidikan Islam baik yangberbentuk pesantren, madrasah, sekolah maupun perguruan tinggi, baik terpisahmaupun bersama-sama dalam satu kompleks ternyata masih jauh dari apa yangdiharapkan umatnya (Qomar, 2007:43).Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam menjalankan segalaaktivitas pembelajaran, termasuk lembaga pendidikan Islami, ditentukan olehbeberapa faktor pendukung, dan salah satu faktor pendukung tersebut adalahfaktor manajemen yang diselenggarakan oleh lembaga/institusi yangbersangkutan. (Kurniadi, Machali, 2012: 319). Oleh karenanya upaya pengelolaanmaupun pengembangan manajerial lembaga pendidikan Islam merupakan suatukeniscayaan yang harus ada dan tidak dapat ditiadakan. Kenyataan inimenggambarkan bahwa kebanyakan lembaga pendidikan Islam, terutamapesantren tradisional masih dikelola berdasarkan tradisi, bukan profesionalismeberdasarkan keahlian (skill), baik human skill, conceptual skill, maupun technicalskill secara terpadu. Akibatnya tidak ada perencanaan yang matang, dominasipersonal terlalu besar dalam penentuan pengambilan keputusan, yang berbuntutpada munculnya produk pengelolaan yang asal jadi, tidak memiliki fokus strategiyang terarah, dan cenderung eksklusif dalam pengembangannya (Qomar, 2007:59).Sebagai akibat dari problematika pengelolaan lembaga pendidikan di atas,maka tujuan dan visi pendidikan Islam juga masih belum berhasil dirumuskandengan baik. Tujuan pendidikan Islam seringkali diarahkan untuk menghasilkanmanusia-manusia yang hanya menguasai bidang ke-ilmuan Islam saja dan visinyadiarahkan untuk mewujudkan manusia yang shalih dalam arti taat beribadah dangemar beramal untuk tujuan akhirat. Akibatnya, lulusan pendidikan Islam hanyamemiliki kesempatan dan peluang yang terbatas yaitu hanya sebagai pengawalmoral bangsa. Output dari pendidikan Islam semakin termarjinalkan dan takberdaya menghadapi persaingan yang semakin kompetitif di era globalisasi(Sulistyorini dan Fathurrohman, 2014: 6).Jurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta329Untuk mengatasi problematika serta menjawab berbagai kekhawatirantersebut, diperlukan suatu paradigma baru pada pembaharuan danpengembangan pengelolaan manajemen lembaga pendidikan Islam, di antaranyaadalah sistem pendidikan unggulan berasrama (boarding school). Dimana dalamaplikasi manajemen pendidikan “boarding school” turut mengadopsi nilai-nilaiajaran Islam dalam mengelola manajemen lembaga pendidikan Islam, untukmencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Sistem BoardingSchool bukanlah sesuatu hal yang baru dalam pendidikan di Indonesia.Keberadaannya sebagai alternatif transformasi lembaga pendidikan sudah sejaklama ada di Indonesia, dengan konsep pendidikan “pondok pesantren”. Pondokpesantren ini adalah awal mula dari adanya boarding school di Indonesia.Boarding school mempunyai jenis dan karakter yang berbeda tetapi padadasarnya tujuan adanya boarding school untuk membantu proses pendidikan disekolah atau di madrasah (Mardiyana, 2015: 7). Oleh karenanya pendidikandengan sistem boarding pada umumnya berusaha menghindari dikotomi ilmupengetahuan yang diajarkan dan berusaha menghindarkan peserta didik darikepribadian yang terbelah / split personality (Maksudin, 2013: 40).Berangkat dari wacana pentingnya manajemen lembaga pendidikan Islam,khususnya manajemen boarding school sebagai suatu pengembangan sekaliguspembaharuan dalam pengelolaan pesantren, serta tujuan pendidikan Islam yangmasih belum juga mampu memberikan arah orientasi yang jelas mengenai perandan kontribusi output lembaga pendidikan Islam dalam percaturan era globalisasiyang penuh tantangan dari ketatnya tututan persaingan. Menjadi dasarpertimbangan bagi peneliti untuk dapat merumuskan signifikansi dari temapenelitian sekaligus melatarbelakangi keinginan peneliti untuk mengkaji lebihjauh dan dalam mengenai penyelenggaraan manajemen boarding school diPondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakartadan relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam sebagai bagian dari pendidikannasional.Konsep Manajemen Pendidikan IslamMenurut Didin Kurniadin dan Imam Machali (2012: 23-24), secarasemantis, kata manajemen yang umum digunakan saat ini berasal dari kata kerjato manage yang berarti mengurus, mengatur, mengendalikan, menangani,mengelola, menjalankan, melaksanakan, dan memimpin. Pada perkembanganselanjutnya, kata manajemen digunakan hampir di setiap bidang organisasi,mulai dari organisasi pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, lembagaprofit, nonprofit, bahkan lembaga keagamaan, seperti, masjid, gereja, dan lainlain. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi dan peran manajemen dalam sebuahorganisasi sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan tujuan.Terdapat beberapa variasi definisi manajemen dari berbagai tokoh dansumber yang disebabkan oleh beragamnya sudut pandang dan latar keilmuanyang dibidangi oleh para tokoh tersebut. Menurut George R. Terry dalamJurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

330Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakartabukunya Malayu Hasibuan yang dikutip Sulistyorini (2014: 9) memberikandefinisi manajemen sebagai berikut:Management is a distinc process consisting of planning, organizing,actuating and controlling, performed to determine and accomplish statedobjectives by the use of human being and other resource. (Manajemenadalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian,penggerakan dan pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuanyang telah ditetapkan dengan menggunakan tenaga manusia dan sumberdaya lainnya).Sedangkan menurut R.W. Morell yang dikutip oleh Didin Kurniadin danImam Machali (2012: 28) menjelaskan bahwa:Management is that activity in the organization and the deciding upon theends of the organization and deciding upon means by which the goals are tobe effectively reached. (Manajemen adalah kegiatan di dalam sebuahorganisasi dan penetapan tujuan organisasi serta penetapan penggunaanalat-alat dengan tujuan mencapai tujuan yang efektif).Lebih jauh menurut Jamal Ma’mur Asmani (2009: 70) dalam prosesmanajemen, terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorangmanajer/pimpinan, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling). Oleh karena itu,manajemen diartikan sebagai proses merencanakan, mengorganisasi, memimpin,dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuanorganisasi tercapai secara efektif dan efisien.Manajemen pendidikan Islam menurut Mujamil Qomar (2007: 10)diartikan sebagai suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secaraIslami dengan cara menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yangterkait untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien.Senada dengan Mujamil Qomar, menurut Sulistyorini (2009: 14) manajemenpendidikan Islam dipahami sebagai suatu proses penataan/ pengelolaan lembagapendidikan Islam yang melibatkan sumber daya manusia dan non manusia dalammenggerakkannya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif danefisien.Oleh karenanya manajemen pendidikan Islam kemudian dapat dipahamisebagai konsep pengelolaan lembaga pendidikan Islam dalam upayamerencanakan, mengarahkan, mengatur, memimpin, mengorganisasikan, danmengevaluasi program kegiatan organisasi dengan memadukan nilai-nilai Islamiyang bersumberkan kepada ajaran Islam (al-Qur’an/ al-Hadits), dengan teoriteori manajemen pendidikan yang diadopsi dari teori manajemen umum secaraJurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta331adaptif dan selektif, untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dengan efektif danefisien.Konsep “Boarding School”Boarding school terdiri dari dua kata yaitu “boarding” dan “school”,boarding yang berarti asrama sedangkan school berarti sekolah. Boarding schooladalah sistem sekolah berasrama, dimana peserta didik dan juga guru danpengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolahdalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibursatu bulan sampai menamatkan sekolahnya. Maksudin mendefinisikan bahwaboarding school adalah sekolah yang memiliki asrama, di mana para siswa hidup,belajar secara total di lingkungan sekolah. Karena itu segala jenis kebutuhanhidup dan kebutuhan belajar disediakan oleh sekolah.Sekolah dengan sistem asrama bukanlah merupakan hal yang baru lagi diIndonesia, menurut Mujamil Qomar, bahwa sekarang ini banyak bermunculansekolah unggulan yang menerapkan sistem pesantren meskipun dibungkusdengan nama Boarding School. Sudah sejak lama Boarding School inidiperkenalkan lewat pesantren. Pesantren pada umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai yang sudah mapan atau tradisional, sedangkan sistemboarding school sejak awal didirikannya mengadopsi dan memadukan nilaitradisional dan modern secara integrative dan selektif (Maksudin, 2013: 10).1. Sistem Pendidikan Boarding SchoolPendidikan dengan sistem boarding school adalah integrasi sistempendidikan pesantren dan madrasah (sekolah) yang efektif untuk mendidikkecerdasan, ketrampilan, pembangunan karakter dan penanaman nilai-nilaimoral peserta didik, sehingga anak didik lebih memiliki kepribadian yangutuh dan khas. Kesesuaian sistem boarding school-nya, terletak pada semuaaktivitas siswa yang diprogramkan, diatur dan dijadwalkan dengan jelas.Sementara aturan kelembagaannya syarat dengan muatan nilai-nilai moral(Kun El Kaifa, 2012: 2-5).2. Tujuan Pendidikan Boarding SchoolMenurut Muhammad Faturrohman dan Sulistyorini (2012: 20),boarding school yang juga dapat disebut dengan pondok pesantren memilikibeberapa tujuan pendidikan. Adapun tujuan pendidikan boarding schooladalah: a) untuk mencetak generasi muda yang Islami, tidak hanyamemberikan pelajaran umum, tetapi dilengkapi dengan pelajaran agamayang memadai, b) untuk membentuk kedisiplinan, di dalam boarding schoolterdapat peraturan tertulis yang mengatur para siswa mulai dari bangun tidursampai tidur kembali. Semua itu merupakan peraturan yang harusdilaksanakan dan bila dilanggar akan mendapatkan sanksi dari pengurus, 3)untuk membentuk generasi yang ber-akhlakul karimah, seorang siswa yangbukan hanya cerdas intelektualnya namun juga berakhlaq mulia, selaluberfikir sebelum bertidak.Jurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

332Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) YogyakartaKonsep Tujuan Pendidikan Islam NasionalPada dasarnya, tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UUSisdiknas No 20 Tahun 2003 Pasal 3, Bab II Dasar, Fungsi dan Tujuan dijelaskanbahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi pesertadidik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YangMaha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadiwarga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan definisi daripengertian tujuan pendidikan Islam terutama di Indonesia, memiliki makna yangbervariasi dari berbagai tokoh pendidikan Islam, walaupun masih mempunyaiesensi yang hampir sama dalam setiap rumusannya.Tujuan pendidikan menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (2006: 84-145)didefinisikan sebagai upaya menjaga fitrah manusia dan melindunginya agartidak jatuh ke dalam penyimpangan serta mewujudkan ubudiyyah kepada Allahdalam diri seseorang. Secara umum tujuan tarbiyah menurut Ibnu Qayyim dapatdisimpulkan sebagai berikut:1. Tujuan yang berkaitan dengan badan, yaitu dengan sengaja menjagakesehatan badan anak dan memperhatikan makanan serta minumannya.2. Tujuan yang berkaitan dengan pembinaan akhlak, yaitu dengan dibuktikandari pernyataan Ibnu Qayyim bahwa hancurnya kebahagiaan dunia maupunakhirat dan terhalanginya kebaikan akan terjadi ketika terbuka kesempatanbagi anak untuk berbohong atau khianat.3. Tujuan yang berkaitan dengan pembinaan akal, yaitu dengan cara menjagainteraksi anak dari segala sesuatu yang membahayakan dan merusak akalnyaserta pergaulan dan pembicaraan dengan orang yang dapat merusak jiwanya.4. Tujuan yang berkaitan dengan skill, yaitu sesuai dengan pernyataan IbnuQayyim bahwa penting memperhatikan potensi dan bakat anak sebab iadilahirkan dengan bakat masing-masing, asalkan jangan menggiring anakpada sesuatu yang diharamkan syari’at. Jika anak dipaksa untuk menekunisesuatu yang tidak menjadi bakat atau kecenderungannya, maka ia tidakakan berhasil bahkan bisa kehilangan bakatnya.Pendidikan budi pekerti merupakan jiwa dari pendidikan Islam. Islamtelah memberi kesimpulan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah ruh(jiwa) pendidikan Islam dan mencapai suatu akhlak yang sempurna adalahtujuan sebenarnya dari pendidikan. Muhammad Athiyyah al-Abrasyi (2003: 13),mendefinisikan bahwa yang dimaksud dari tujuan pokok pendidikan Islam ialahmendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa. Semua mata pelajaran haruslahmengandung pelajaran-pelajaran akhlak dan memikirkan akhlak keagamaansebelum yang lain-lainnya karena akhlak keagamaan adalah akhlak yangtertinggi, sedangkan akhlak yang mulia itu adalah tiang dari pendidikan Islam.Muhtar Yahya sebagaimana dikutip Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakkir(2008: 83), merumuskan tujuan pendidikan Islam dengan sederhana sekali, yaitumemberikan pemahaman ajaran-ajaran Islam pada peserta didik dan membentukJurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta333keluhuran budi pekerti sebagaimana misi Rasulullah SAW sebagai pengembanperintah menyempurnakan akhlak manusia, untuk memenuhi kebutuhan kerja(Q.S.An-Nahl: 97, Al-An’am: 132) dalam rangka menempuh hidup bahagia duniadan akhirat.Adapun tujuan pendidikan Islam yang ingin dicapai oleh Direktur JendralPendidikan Islam (Dirjen Pendis) Indonesia dalam Visi, Misi, dan TujuanDirektur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Tahun 2015-2019, ialahmeningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakatpada semua jenis dan jenjang pendidikan Islam yang berorientasi padapembentukan karakter peserta didik sehingga mempunyai lulusan yang memilikipengetahuan dan ketarmpilan sesuai dengan tuntutan kehidupan dan mampuberkompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional, serta meningkatkankualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dengan tata kelolapendidikan Islam yang transparan dan akuntabel, melalui partisipasi pemerintah,daerah, masyarakat dan pihak lainnya.Sehingga tercapainya salah satu tujuan pendidikan Islam Nasional yangutama yaitu menjaga fitrah manusia melalui terwujudnya peserta didik yangberiman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, benar ibadahnya, berakhlakul karimah (akhlak yang mulia), berbadan sehat dan kuat, berilmupengetahuan dan berwawasan luas, mampu berfikir ilmiah, mempunyai karakterkepribadian cakap, kreatif, disiplin, mandiri serta menjadi warga negara yangdemokratis, bertanggung jawab dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuatsehingga mempunyai lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilansesuai dengan tuntutan kehidupan, mampu berkompetisi baik di tingkat nasionalmaupun internasional dengan jalan meningkatkan pengelolaan sumber-sumbermanajemen pendidikan Islam melalui peran dan partisipasi bersama antarapemerintah, daerah, sekolah, masyarakat dan pihak-pihak lainnya.MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAMDikdasmen dan DikBud“Manajemen Boarding School”PPM MBS PrambananDikdasmen PWM DIYYogyakartaAnalisisRelevansiKementerian AgamaTujuan Pendidikan IslamAhli/ Tokoh Pendidikan IslamTujuan Pendidikan NasionalBagan Mind Maps Manajemen Boarding SchoolJurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

334Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) YogyakartaMetode PenelitianPenelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Modern (PPM)Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta termasuk ke dalam penelitianlapangan (filed research) dengan jenis penelitian kualitatif. Penelitian inidikembangkan dengan metode induktif yang bermaksud memahami situasi sosialsecara mendalam, menemukan pola hubungan temuan-temuan di lapangan,merumuskan hipotesis, dan menarik kesimpulan sehingga jenis penelitiankualitatif sangatlah relevan digunakan untuk mendeskripsikan (menggambarkan)atau memberikan penjelasan mengenai penyelenggaraan manajemen “boardingschool” di Ponpes Modern MBS Yogyakarta dan Relevansinya dengan TujuanPendidikan Islam Nasional. Metode pengumpulan data yang peneliti pergunakanyaitu dokumentasi, in depth interview (wawancara mendalam), dan observasi(Sugiyono, 2010: 297).Pengujian keabsahan data pada penelitian kualitatif dinamakan ujikredibilitas data atau kepercayaan terhadap hasil penelitian kualitatif. Ujikredibilitas data dapat dilakukan salah satunya dengan teknik trianggulasi.Teknik trianggulasi merupakan teknik pengumpulan data gabungan dariberbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Adapunteknik trianggulasi yang peneliti pergunakan dalam penelitian adalah tekniktrianggulasi sumber, berarti untuk mendapatkan data dari sumber berbeda-bedadengan teknik pengumpulan data yang sama (Sugiyono, 2010: 363-368).Miles and Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis datakualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerussampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Proses analisis data ini terdiri daritiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yakni reduksi data, penyajiandata dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Analisis data yang akan penelitigunakan pada penelitian ini deskriptif kualitatif. Yaitu peneliti akan mencobamenganalisa hasil temuan dan data yang peneliti dapatkan dari berbagai sumberdata lapangan dengan teori yang ada kemudian menyajikannya dalam bentuknarasi deskriptif untuk memberikan gambaran secara lengkap kepada pembaca(Sugiyono, 2010: 337-345).Muhammadiyah Boarding School (MBS)Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS)Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan yang berusaha mengintegrasikan(memadukan) antara sistem pendidikan umum (sekolah) dengan modelpesantren khalaf melalui model pendidikan sekolah berasrama (boarding school),yang mengharuskan peserta didik (santri) untuk tinggal (menginap) di asramaselama 24 jam. Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding SchoolYogyakarta, yang kemudian lebih dikenal sebagai MBS Yogyakarta merupakanlembaga satuan pendidikan, di tingkat pendidikan dasar dan menengah yangmemiliki 3 jenjang satuan pendidikan, yaitu; Sekolah Dasar (SD), SekolahMenengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menyatuJurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta335dengan lokasi pendidikan sehingga pengawasan dan pembinaan kepada pesertadidik berlangsung secara terpadu.MBS Yogyakarta sendiri merupakan sekolah sekaligus pondok pesantrenmodern yang memadukan nilai tradisional dengan mengadopsi nilai-nilaimodern secara integratif dan selektif, dengan menyeimbangkan muatankurikulum Pendidikan Nasional (Diknas) dan Pondok Pesantren (Ma’had), yangmenolak dikotomi ilmu pengetahuan agama dengan ilmu pengetahuan umumdimana keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dipisah-pisahkan dandibeda-bedakan dalam penyampaiannya, bertujuan mencetak kader-kader ulama’intelektual dan intelektual ulama. Pondok Pesantren Modern MuhammadiyahBoarding School (MBS) Yogyakarta ini beralamatkan di Jl. Piyungan KM. 2Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, D.I. Yogyakarta untuk MBS 1 (Pusat)dan berada di Jl. Pamukti Baru, Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah untukMBS 2.Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakartamemiliki visi: “Terbentuknya Lembaga Pendidikan Pesantren Yang BerkualitasDalam Menyiapkan Kader Muhammadiyah Berdasarkan Al-Qur’an dan AsSunnah.” Untuk mewujudkan visi MBS Yogyakarta tersebut, diperlukan suatumisi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. MisiMuhammadiyah MBS Yogyakarta yang disusun berdasarkan visi di atas, antaralain sebagai berikut:a. Menyelenggarakan pendidikan pesantren integral yang memadukankurikulum pendidikan pesantren dengan kurikulum pendidikan nasional.b. Menjadikan lembaga pendidikan yang senantiasa memelihara nilai-nilaiajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.c. derMuhammadiyah yang siap melaksanakan gerakan dakwah Islam Amar Ma’rufNahi Munkar.d. Menyiapkan calon pemimpin yang jujur, amanah, cerdas dan berwawasanluas serta bertanggung jawab.e. Menyelenggarakan pendidikan yang menyiapkan santri sebagai pelopor,pelangsung dan penyempurna nilai-nilai Islam khususnya bagi santri danumat pada umumnya.Melalui sistem pendidikan boarding school, MBS Yogyakarta berupayamemperkenalkan misinya secara tegas, yaitu tidak hanya mendidik siswa didalam kelas, namun juga membantu mereka menjadi individu yang berorientasisecara lebih baik (better oriented) bersama dalam lingkungan pendidikan.Relevansi Manajemen “Boarding School” dengan Tujuan Pendidikan IslamMenurut Prim Masrokan istilah manajemen berasal dari bahasa Inggris,yaitu dari kata to manage yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan,mengelola, dan memperlakukan. Dalam Islam, terdapat pengertian yang samaJurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

336Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakartadengan hakikat manajemen yaitu al-tadbir (pengaturan). Kata ini merupakanderivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat dalam Al-Qur’anseperti firman Allah Swt.:ۡۡۡ ض ُث ي ۡعر ۡ َ يدبِّر ٱ ۡلَ ۡمر ِّمن ٱلسما ِّء إِّ ََل ٱ ۡل ِّۡ٥ ف َسنَةٖ ِّّما تَ ُع ُّدو َن َل ر َُ ج إِّلَي ِّه ِِّف يَومٖ َكا َن ِّمق َد ُارهُۥ أ ُُ ََ َ َ ُ َُArtinya: “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itunaik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahunmenurut perhitunganmu.” (QS. As Sajdah [32]: 5).Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Swt. adalah pengatur alam (manager).Keteraturan alam raya ini merupakan bukti kebesaran Allah Swt. dalammengelola alam semesta, akan tetapi dalam konteks ini, Allah telah menciptakanmanusia dan telah menjadikannya sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Maka,manusia diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengatur dan mengelolabumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah mengatur alam raya besertaisinya ini.Ajaran Islam memerintahkan kepada umatnya untuk dapat mengerjakansegala aktivitas dengan baik dan harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, danteratur sesuai dengan proses yang diperintahkan. Setiap kegiatan tidak bolehdilakukan secara tidak benar, tidak sungguh-sungguh atau tidak serius, tidakdisiplin, baik dalam mengatur kehidupan rumah tangga, organisasi, lembagapendidikan sampai dengan urusan terbesar sebagaimana mengatur seluruhnegara. Setiap aktivitas yang ada dalam kehidupan ini diperlakukan pengaturanyang baik, tepat, dan terarah sesuai dengan fungsi manajemen agar tujuan yanghendak dicapai bisa diraih dan terselesaikan secara efektif dan efisien.Semua jenjang dan jenis lembaga pendidikan Islam perlu adanyapengelolaan atau penerapan manajerial yang seefektif mungkin. Apabila tidakdilakukan, lembaga pendidikan Islam tidak akan bisa maju dan bersaing secarakompetitif dengan lembaga pendidikan lain, bahkan bisa hancur, terbelakang,dan tidak diminati oleh masyarakat atau umat Islam sendiri. Kondisi yangsemacam ini, jauh sebelumnya sudah diingatkan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalibyang menjelaskan bahwa:ِّ اَحل ُّق بِّلَ نِّظَ ٍام ي ْغلِّبه اْلب اط ُل ِِّبلنِّظَ ِّام َ ُُ ََArtinya: “Kebenaran yang tidak diorganisir dapat dikalahkan olehkebatilan yang diorganisir”.Qawl (perkataan para sahabat) ini mengingatkan kita tentang pentingnyaberorganisasi dan sebaliknya bahayanya suatu kebenaran yang tidak diorganisasimelalui langkah-langkah yang kongkrit dan strategi-strategi yang mantap. Makatidak ada garansi bagi perkumpulan apapun yang menggunakan identitas IslamJurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794

Andri Septilinda Susiyani, SubiyantoroManajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam diMuhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta337meski memenangkan pertandingan, persaingan maupun perlawanan jika tidakdilakukan pengorganisasian yang kuat. Hal ini tidak ada sangkut pautnya denganteologi melainkan murni pengorganisasian (Sulistyorini, 2014: 9). Oleh karenaitu, qawl yang berasal dari sayyidina Ali ini memberikan inspirasi tentang prinsipajaran Islam, bahwa segala sesuatu tidak boleh dilakukan secara tidak sunggungsungguh, tetapi harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, dan teraturberdasarkan proses kerja yang baik dan tersistem dalam mencapai tujuanorganisasi yang efektif dan efisien. Dalam sebuah riwayat Rasulullah Saw.bersabda “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukansesuatu pekerjaan dilakukan secara Itqan (tepat, terarah, jelas, dan tuntas)” (HRThabrani).Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa hakikat manajemen adalahmenata dan mengatur terhadap segala sesuatu kegiatan agar dapat dilakukandengan sebaikmungkin,tepat,terarah,dan tuntasserta dapatdipertanggungjawabkan. Kegiatan untuk menata, mengatur, atau mengelolamerupakan hal yang disyariatkan dalam ajaran Islam. Sebab, ajaran Islammemerintahkan umatnya agar setiap kegiatan harus dilaksanakan dengan arahdan tujuan yang jelas, landasan yang kukuh, dan kaifiyah yang benar. Haltersebut merupakan amal perbuatan

331 Jurnal Pendidikan Madrasah, Volume 2, Nomor 2, November 2017 P-ISSN: 2527-4287 - E-ISSN: 2527-6794 Andri Septilinda Susiyani, Subiyantoro Manajemen Boarding School dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta adaptif dan selektif, untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dengan efektif dan